SINJAI, kompak-nusantara.com-
Transformasi digital di dunia pendidikan tidak selamanya berjalan mulus di atas meja kelas yang nyaman.
Di UPTD SMPN 24 Sinjai Kecamatan Pulau Sembilan, Sulawesi Selatan, pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Chromebook (USCB) tahun pelajaran 2025/2026 menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar mampu mengalahkan kendala teknologi hingga cuaca ekstrem di wilayah kepulauan.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 4 hingga 8 Mei 2026 ini, diikuti oleh 58 siswa kelas IX. Meski sekolah telah menyiapkan 59 unit perangkat Chromebook—gabungan dari inventaris mandiri dan pinjaman—perjalanan menuju digitalisasi ini penuh dengan tantangan tak terduga.
Puncak drama terjadi pada hari terakhir pelaksanaan ujian, Hari ini Jumat 8 Mei 2026. Hujan deras yang mengguyur sejak pagi mengakibatkan kapal penyeberangan dari Pulau Liang-Liang terkendala cuaca.
Akibatnya, sejumlah siswa tidak bisa tiba di sekolah tepat waktu untuk jam pertama mata pelajaran Bahasa Inggris.
Tak ingin kehilangan momentum, dedikasi luar biasa ditunjukkan oleh tiga orang siswa. Di tengah guncangan ombak dan rintik hujan, mereka tetap melaksanakan ujian di atas kapal dengan menggunakan telepon seluler (HP) masing-masing agar tidak tertinggal jadwal.
Mereka baru berhasil menginjakkan kaki di sekolah pada pukul 09.00 Wita, untuk melanjutkan sesi berikutnya.
Tantangan tidak hanya datang dari laut. Faktor cuaca juga berdampak pada infrastruktur TIK sekolah.
Pada hari ketiga dan hari terakhir, jaringan WiFi sekolah sempat mengalami gangguan (Down) akibat hujan lebat.
Namun, kesigapan Panitia Pelaksana di bawah arahan Kepala UPTD SMPN 24 Sinjai, H. Muslimin, S.Pd., M.Pd., patut diacungi jempol. Menggunakan strategi mitigasi cepat, siswa diarahkan menggunakan hotspot mandiri dari HP mereka sebagai solusi alternatif sehingga proses evaluasi tetap berjalan hingga tuntas.
"Persiapan kami sudah 100%, namun faktor alam adalah variabel yang tidak bisa kita kendalikan sepenuhnya. Sinergi antara proktor, teknisi, dan semangat siswa adalah kunci suksesnya USCB tahun ini," ujar Ketua Panitia, Budiyono, S.Pd.
Meskipun diwarnai dengan penggunaan HP sebagai perangkat cadangan pada hari pertama dan saat darurat, pihak sekolah tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas.
Dalam laporan pertanggungjawabannya, panitia menyarankan adanya penambahan inventaris Chromebook mandiri secara bertahap guna mengurangi ketergantungan pada pihak eksternal di masa depan.
Keberhasilan UPTD SMPN 24 Sinjai melaksanakan USCB ini menjadi potret nyata perjuangan pendidikan di daerah pesisir, di mana teknologi bertemu dengan kegigihan, dan di mana sinyal internet dikejar hingga ke tengah lautan demi masa depan generasi bangsa. (Bakhtiar).

0 Komentar