Breaking News

AKTIVIS PB HMI KECAM POLSEK SALOMEKKO DAN POLRES BONE, DIDUGA TEBANG PILIH DALAM PENANGANAN KASUS PENGANIAYAAN.

KOMPAK NUSANTARA.COM -- Aktivis PB HMI , Pahrian, mengecam keras kinerja Polsek Salomekko dan Polres Bone terkait penanganan laporan dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: 06/V/2026/SPKT Salomekko/Polres Bone/Polda Sulsel.

Dalam laporan tersebut, Korban atas nama Sakka dengan luka robek di kepala, hidung dan punggung diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh dua orang pelaku, yakni ANWAR dan TAKBIR, menggunakan parang dan cangkul hingga menyebabkan korban mengalami luka serius pada bagian punggung dan bibir.

Namun hingga saat ini, menurut Pahrian, aparat penegak hukum dinilai tidak profesional karena hanya menangkap satu orang pelaku, sementara satu pelaku lainnya belum diamankan.

Pahrian menilai kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait keseriusan dan keberanian aparat dalam menegakkan hukum secara adil tanpa tebang pilih.

“Kami mengecam keras Polsek Salomekko dan Polres Bone atas lambannya penanganan kasus ini. Dalam laporan jelas disebut ada dua pelaku, tetapi kenapa hanya satu yang ditangkap? Ada apa dengan penegakan hukum di Bone?" tegas Pahrian.

Ia juga meminta Kapolres Bone untuk segera turun tangan mengevaluasi penyidik yang menangani perkara tersebut agar tidak menimbulkan dugaan adanya perlindungan terhadap salah satu pelaku.

Menurutnya, jika aparat tidak segera menangkap seluruh terduga pelaku sebagaimana tercantum dalam laporan polisi, maka kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dapat semakin menurun.

“Kepolisian harus menunjukkan profesionalitas dan keberpihakan kepada keadilan, bukan justru membiarkan salah satu terduga pelaku berkeliaran bebas,” lanjutnya.

PB HMI juga mendesak Propam Polda Sulsel untuk melakukan pengawasan terhadap proses penanganan perkara tersebut guna memastikan tidak ada praktik diskriminatif maupun dugaan pembiaran hukum.

Pahrian menegaskan pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga seluruh pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku demi menjamin rasa keadilan bagi korban dan masyarakat. ( Tubagus )

0 Komentar

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - KOMPAK NUSANTARA