Pinrang - Kompak Nusantara.Com-
Petani menduga banjir disebabkan keterlambatan petugas pintu air membuka aliran pintu utama di pintu air Tonrosaddang jalan ujung,Hujan deras memang mengguyur sejak Rabu sore pukul 15.00 WITA, namun pintu air baru dibuka pada kamis subuh, saat air sudah terlanjur menggenangi sawah yang usianya tinggal hitungan hari menuju panen.
“Ini bukan kali pertama. Sudah sering terjadi. Yang paling parah, ada ucapan oknum petugas yang bilang _‘kasihmi saya di sini, sawa saya kelola dan saya mainkan airnya’_,” ungkap salah seorang petani.
Foto dokumentasi pada Jumat pagi [15/05/2026] pukul 07.31 WITA menunjukkan genangan air masih merendam tanaman padi di koordinat -3.784691, 119.706376, Jl. Libukang, Marawi, Tiroang, Pinrang.
Kami selaku petani di wilayah ini berharap:
-Dinas PUPR & BBWS Pompengan Jeneberang segera evaluasi kinerja petugas pintu air di wilayah Tiroang.
-Bupati dan wakil bupati pinrang menindak tegas jika ditemukan kelalaian dalam pengelolaan air irigasi.
-pemerintah memberikan pendampingan dan kompensasi kepada petani yang terancam gagal panen.
Kami juga mendesak adanya sistem piket 24 jam dan SOP cepat tanggap di musim hujan. Jangan sampai jerih payah petani 4 bulan sia-sia hanya karena pintu air telat dibuka.

0 Komentar