Kendari - Kompak Nusantara.Com-
Seleksi petugas haji Sultra sempat tertunda karena peserta yang datang saat akan dimulai pembukaan jam 11. 09 wita yang hadir hanya 11 orang, pembukaan baru di laksanakan sekitar jam 13.00 Wita.
Kepala Biro kesra pemprov Sultra Saido dalam membacakan sambutan tertulis Mentri Haji dan Umrah mengatakan, petugas haji daerah adalah petugas haji pendukung yang ditempatkan pada setiap kloter, yang akan memberikan support kepada petugas haji baik layanan umum dan layanan kesehatan.
Tugas PHD dipandang cukup berat dalam memberikan layanan kepada jamaah secara maksimal. Oleh karena itu Mentri Haji dan Umrah mengingatkan, petugas haji daerah diambil dari kuota haji reguler, karena itu harus menjaga integritas yang kuat dan memberikan pelayanan jamaah haji secara total.
Lanjut Mentri haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, selama ini penyelenggaraan haji banyak disorot baik masyarakat umum, media dan pemerhati haji.
Karena itu, Mentri Haji dan Umrah mengingatkan, para petugas haji harus benar -benar menjalankan tugas yang benar, profesional sesuai ketentuan, karena kita diawasi oleh berbagai lembaga baik lembaga pemerintah seperti, Inspektorat, BPK, KPK, dan pengawasan langsung DPR.
Kepada semua pihak dalam menghadapi musim haji tahun 1447 H/ 2026 kita terus melakukan perbaikan, pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada jamaah haji adalah harga mati, harus diaktualisasikan oleh seluruh insan kementrian haji dan umrah.
Menurut Karo kesra Saido dari 40 peserta yang ikut seleksi PHD hanya 11 orang yang akan diterima sesuai Kuota, dan hasilnya akan diumumkan besok.
Ka kanwil kementrian Haji dan Umrah Sultra La Lanjaya, melaporkan, seleksi petugas haji ( PHD ) prov Sultra 1447 H/20/26. diikuti 40 peserta sesuai yang hadir dari 45 yang mendaftar/Hafid

0 Komentar