Breaking News

Gizi Nasional, Pemkab Enrekang Gelar Edukasi di Sekolah Sebagai Strategi Tekan Anemia



Enrekang - Kompak Nusantara.Com-
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Enrekang menggelar edukasi gizi serentak di 11 sekolah pada Rabu, 21 Januari 2026.

Masalah gizi pada anak dan remaja masih menjadi tantangan serius di banyak daerah, termasuk anemia pada remaja putri yang berdampak langsung pada kualitas kesehatan jangka panjang. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi prestasi belajar, tetapi juga berisiko berlanjut hingga usia produktif dan kehamilan di masa depan.

Dalam konteks tersebut, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Enrekang menggelar edukasi gizi serentak di 11 sekolah pada Rabu, 21 Januari 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Gizi Nasional ke-66. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian rekor MURI untuk edukasi gizi serentak di sekolah terbanyak secara nasional, dengan tema “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045.”

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang, Sabir yang hadir langsung di UPT SMPN 2 Anggeraja, menegaskan bahwa edukasi gizi merupakan intervensi hulu yang krusial dalam kebijakan kesehatan daerah.

“Masalah gizi, terutama anemia pada remaja putri, tidak bisa ditangani hanya dengan pengobatan. Edukasi sejak dini menjadi kunci agar mereka paham pentingnya gizi seimbang dan pencegahan,” ujar Sabir.

Menurutnya, remaja putri menjadi kelompok prioritas karena berhubungan langsung dengan kesehatan ibu dan anak di masa depan. Karena itu, selain edukasi gizi seimbang, di lokasi tersebut juga dilakukan aksi bergizi berupa pemberian tablet tambah darah kepada siswi sebagai langkah pencegahan anemia.

Kegiatan edukasi gizi serentak ini melibatkan 53 tim edukator ahli gizi dari PERSAGI DPC Enrekang yang turun langsung ke sekolah-sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SMP dan madrasah. Materi yang disampaikan berfokus pada pemahaman gizi seimbang, kebiasaan makan sehat, serta risiko kekurangan zat gizi pada usia sekolah.

Kegiatan dilaksanakan pada 11 titik  yakni:

1. UPT SMPN 2 Enrekang

2. UPT SDN 172 Enrekang

3. UPT SMPN 1 Maiwa

4. MIS GUPPI Cendana

5. UPT SMPN 1 Anggeraja

6. UPT SDN 39 Cakke

7. UPT SDN 73 Sudu

8. MTs Muhammadiyah Tongko

9. UPT SMPN 2 Anggeraja

10. UPT SMPN 1 Baraka

11. UPT SDN 5 Pasui

Pemerintah daerah menilai pola ini lebih efektif dalam membangun kesadaran kolektif di lingkungan pendidikan.

Sabir menambahkan, sinergi antara organisasi profesi, sekolah, dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam mendukung target pembangunan sumber daya manusia.

“Kalau kita ingin bicara Generasi Emas 2045, maka yang disiapkan hari ini adalah anak-anak dan remaja. Edukasi gizi di sekolah adalah investasi jangka panjang,” katanya.

Meski demikian, tantangan ke depan tidak ringan. Edukasi gizi serentak perlu diikuti dengan keberlanjutan program, pengawasan konsumsi tablet tambah darah, serta keterlibatan keluarga agar pesan gizi tidak berhenti di ruang kelas tapi harus berkesinambungan/Hafid

0 Komentar

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - KOMPAK NUSANTARA