Ticker

6/recent/ticker-posts

Pemerhati Publik Minta KPU RI Anulir Keputusan Timsel KPU Kab. Sinjai Pasca Jatah-Jatahan




Makassar, KOMPAK NUSANTARA.COM --Pemerhati Publik pertanyakan kinerja Tim Seleksi KPU Kabupaten Sinjai.

Pasalnya, menurut Muhammad Rizal, surat keputusan timsel KPU No: 32/TIMSELKK-GEL. 5-Pu/04/73/2023 tertanggal 29 Juni 2023 yang mengumumkan 10 nama calon anggota KPU Kab. Sinjai sangat patut dicurigai sarat akan kepentingan politik.

“Sebelumnya beredar berita Timsel jatah-jatahan, dan sekarang makin menjadi-jadi dengan berbagai tanggapan negatif yang masuk ke timsel tapi diabaikan oleh timsel dan justru meloloskan nama-nama yang terindikasi bermasalah. Kami merekam semua itu dari berbagai sumber. Jatah-jatahan itu kesannya transaksional. ” Ungkap Relawan Pemerhati Publik itu. 

Ia juga mengatakan, informasi dari beberapa calon bahwa materi wawancara oleh timsel sangat jauh dari konteks kepemiluan atau tentang penyelenggara tetapi di Siakba pasca pengumuman dimunculkan dengan materi kepartaian atau ketatanegaraan misalnya. 

“Kalau belajar dari Timsel KPU Manado dan Bitung di Sulut, kami meminta agar KPU RI menganulir hasil keputusan Timsel sekaligus mendorong kepada calon anggota KPU Kab. Sinjai untuk berani bersuara terkait keputusan timsel tersebut.” Tegasnya. 

Ia juga menambahkan rasa keprihatinan terhadap calon anggota KPU Kabupaten Sinjai yang memiliki riwayat dan jejak rekam yang baik.

“Mereka calon peserta yang lain sangat menjaga integritasnya selama ini tetapi tidak diloloskan hanya karena sistem jatah-jatahan. Buka itu hasil rekaman wawancara dan kesehatan kalau Timsel berani.” Pungkasnya.

Sebelumnya, dikutip dari Legion-News, salah satu calon anggota KPU Kabupaten Sinjai bernama Jumardi juga telah meminta agar KPU RI dan Komisi 2 untuk turun tangan dan sekaligus meminta kepada IS untuk mengundurkan diri karena sistem jatah-jatahan oleh Timsel tersebut. ( TIM )

Posting Komentar

12 Komentar

  1. INILAH RASA JIKA KITA TIDAK LULUS...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul juga daeng,sesaknya sampai didada

      Hapus
    2. bagaimana mau lulus,sijumardi ini tidak menyelesaikan tugas psikonya...

      Hapus
    3. Jika kita tidak berhasil dalam ujian, perasaan yang muncul bisa bervariasi antara individu satu dengan individu lainnya. Berikut adalah beberapa perasaan yang umumnya bisa muncul:

      Kekecewaan: Kekecewaan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita tidak mencapai hasil yang diharapkan. Kita mungkin merasa sedih, frustrasi, atau marah terhadap diri sendiri karena merasa gagal dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

      Rasa putus asa: Ketika kita mengalami kegagalan dalam ujian, mungkin ada perasaan putus asa yang timbul. Kita mungkin merasa bahwa semua usaha yang telah dilakukan tidak ada artinya atau bahwa kita tidak mampu untuk berhasil. Rasa putus asa ini bisa mengakibatkan hilangnya motivasi dan keyakinan pada diri sendiri.

      Ketidakpastian tentang masa depan: Kegagalan dalam ujian bisa menimbulkan ketidakpastian tentang masa depan. Kita mungkin merasa khawatir tentang kemampuan kita untuk mencapai tujuan akademik atau profesional yang diinginkan. Kehilangan kepercayaan diri dan keyakinan pada kemampuan diri sendiri juga bisa menjadi masalah.

      Perasaan inferioritas: Kegagalan dalam ujian bisa membuat kita merasa rendah diri dibandingkan dengan orang lain yang berhasil. Kita mungkin merasa tidak sebanding dengan teman-teman atau pesaing kita yang telah mencapai kesuksesan. Ini bisa memicu perasaan inferioritas dan kurangnya rasa percaya diri.

      Kesedihan dan penolakan: Kegagalan dalam ujian bisa memicu perasaan sedih dan penolakan. Kita mungkin merasa ditolak oleh orang lain atau merasa tidak mampu memenuhi harapan mereka. Perasaan ini bisa membuat kita merasa terisolasi atau meragukan nilai diri sendiri.

      Penting untuk diingat bahwa kegagalan dalam ujian bukanlah akhir dari segalanya. Setiap orang mengalami kegagalan pada satu waktu atau lainnya. Penting untuk menghadapi kegagalan dengan sikap yang positif, mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut, dan berusaha untuk meningkatkan diri. Kegagalan bisa menjadi batu loncatan untuk kesuksesan di masa depan jika kita belajar darinya dan terus berusaha.

      Hapus
  2. Mari kita belajar dari dua orang calon komisioner KPU Sinjai yang berasal dari luar kalangan Organisasi berpengaruh { HMI, KAHMI, NU, ANSOR, Pemuda MUhammadiyah dll.), mereka mampu melewati aral yang melintang hingga lolos 10 Besar. Dan beberapa Pengamat Politik maupun pengamat Kepemiluan mengatakan kedua orang ini layak jadi penyelenggara Pemilu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya Kenal baik dengan kedua orang yang anda Maksud, Setahu saya kedua orang ini dewasa, Intelek dan Aktual dalam berfikir, dan jauh dari kata jatah jatahan, Jadi Pantas saja klo dia diluluskan, dan kinerjanya tidak diragukan

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. https://insan.news/pemerhati-publik-tanyakan-kinerja-tim-seleksi-kpu-kab-sinjai/

    BalasHapus
  5. Saya sebagai admin mengatakan ini adalah contoh Konsep Iri Hati

    Konsep iri hati merujuk pada perasaan negatif atau kecemburuan yang timbul ketika seseorang merasa tidak puas dengan dirinya sendiri atau merasa kalah atau kurang dari orang lain dalam hal tertentu. Iri hati muncul ketika seseorang mengamati prestasi, keberhasilan, atau kebahagiaan orang lain, dan merasa tidak senang karena merasa mereka juga berhak mendapatkan hal-hal tersebut.

    Iri hati bisa terjadi dalam berbagai konteks, seperti dalam hubungan pribadi, lingkungan kerja, atau dalam lingkup sosial. Seseorang mungkin merasa iri terhadap prestasi akademik atau profesional seseorang, kepemilikan materi, keterampilan atau bakat tertentu, penampilan fisik, atau hubungan interpersonal yang sukses. Faktor-faktor seperti rendahnya harga diri, kurangnya kepercayaan diri, ketidakpuasan dengan diri sendiri, dan persepsi ketidakadilan dapat berperan dalam timbulnya iri hati.

    Iri hati bisa memiliki dampak negatif pada kesejahteraan emosional seseorang. Hal ini dapat menyebabkan perasaan sedih, frustasi, dan tidak berdaya. Iri hati yang tidak ditangani dengan baik juga dapat merusak hubungan sosial dan menyebabkan konflik antara individu.

    Penting untuk diingat bahwa iri hati adalah perasaan alami yang dapat dialami oleh siapa saja. Namun, penting untuk mengelola iri hati dengan cara yang sehat dan konstruktif. Ini termasuk mengakui perasaan tersebut, merenungkan alasan di balik iri hati, menghargai diri sendiri, berfokus pada pencapaian dan kebahagiaan pribadi, serta berusaha untuk mendukung dan menghargai kesuksesan orang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul min, Dalam Ilmu Psikologi, Istilah "iri hati" mengacu pada perasaan tidak senang atau kecemburuan terhadap keberhasilan, prestasi, atau kebahagiaan orang lain. Ini adalah emosi yang umum dialami oleh banyak orang dalam kehidupan sehari-hari.

      Iri hati sering kali timbul ketika seseorang merasa bahwa orang lain mendapatkan sesuatu yang diinginkan atau mencapai keberhasilan yang diinginkan, sementara dirinya sendiri merasa kurang beruntung atau tidak seberhasil itu. Perasaan ini dapat berasal dari berbagai alasan, seperti perbandingan sosial, rasa rendah diri, atau ketidakpuasan terhadap diri sendiri.

      Iri hati dapat memiliki efek negatif pada kesejahteraan mental dan hubungan sosial seseorang. Ini dapat menciptakan rasa ketidakpuasan yang terus-menerus, rasa frustasi, atau perasaan tidak adil. Jika iri hati tidak ditangani dengan baik, dapat mempengaruhi kesehatan mental dan mengganggu hubungan personal.

      Untuk mengatasi iri hati, penting untuk memiliki kesadaran diri dan mengenali perasaan tersebut. Dalam beberapa kasus, dapat membantu untuk memahami akar dari iri hati dan menggantinya dengan rasa syukur atau apresiasi terhadap diri sendiri dan pencapaian pribadi. Berbicara dengan orang yang dipercaya atau mencari bantuan profesional juga bisa membantu dalam mengatasi iri hati yang berkepanjangan.

      Inilah yang dihadapi oleh saudara Jumardi (Jumardi Gonrong ), dan akibatnya bisa fatal karena
      dampak Iri hati dapat memiliki beberapa akibat yang berpotensi negatif, baik bagi individu yang mengalaminya maupun bagi hubungan sosialnya. Berikut ini adalah beberapa akibat yang mungkin timbul akibat iri hati:

      Stres dan ketegangan emosional: Iri hati yang terus-menerus dapat menyebabkan tingkat stres yang tinggi dan ketegangan emosional. Perasaan cemburu dan tidak puas dengan diri sendiri dapat menyebabkan kegelisahan, kecemasan, atau depresi.

      Kerusakan hubungan sosial: Iri hati yang tidak terkendali dapat merusak hubungan dengan orang lain. Perasaan cemburu atau tidak senang terhadap keberhasilan orang lain dapat menciptakan jarak antara individu tersebut dan orang-orang di sekitarnya. Hal ini dapat mengganggu hubungan personal, persahabatan, atau bahkan hubungan romantis.

      Rendahnya harga diri: Jika iri hati tidak ditangani dengan baik, seseorang dapat merasa rendah diri atau merasa bahwa dirinya tidak mampu mencapai apa yang telah dicapai oleh orang lain. Hal ini dapat merusak harga diri dan mengurangi kepercayaan diri seseorang.

      Kehilangan fokus dan motivasi: Fokus dan motivasi seseorang dapat terganggu oleh perasaan iri hati yang berkepanjangan. Rasa cemburu terhadap pencapaian orang lain dapat mengalihkan perhatian dari tujuan dan aspirasi pribadi, sehingga menghambat kemajuan dan pengembangan diri.

      Ketidakseimbangan emosional: Iri hati yang berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan emosional secara keseluruhan. Individu yang merasa iri hati cenderung mengalami fluktuasi emosi yang kuat, seperti kegembiraan yang berlebihan ketika orang lain mengalami kegagalan atau kecewa yang mendalam ketika orang lain meraih sukses.

      Penting untuk diingat bahwa iri hati adalah sebuah emosi yang alami, namun penting juga untuk mengelolanya dengan bijak agar tidak merugikan diri sendiri atau orang lain. Jika iri hati berlebihan atau terus-menerus mengganggu kesejahteraan Anda, penting untuk mencari bantuan dan dukungan dari orang-orang terdekat atau dari profesional kesehatan mental.










      Hapus
    2. Betul Juga teteh Fitrah katakan jadi untuk mengatasi fungsi iri hati yang mendalam adalah :
      Si Jumardi ini harus menyadari dan mengenali adanya perasaan iri hati, penting untuk mengambil tindakan lanjut yang positif dan konstruktif. Berikut beberapa tindakan yang bisa dilakukan:

      Kesadaran diri: Tingkatkan kesadaran diri terhadap perasaan iri hati dan akar penyebabnya. Mengenali pola pikir dan emosi yang muncul saat iri hati dapat membantu Anda memahami diri sendiri dengan lebih baik.

      Akui dan terima perasaan iri hati: Jangan menekan atau mengabaikan perasaan iri hati. Akui dan terima perasaan tersebut sebagai bagian dari diri Anda. Hal ini membantu untuk tidak memperburuk perasaan negatif dan memberikan kesempatan untuk mengatasi mereka.

      Menggali akar perasaan iri hati: Coba untuk memahami apa yang sebenarnya membuat Anda iri hati. Apakah itu karena perbandingan sosial, ketidakpuasan dengan diri sendiri, atau rasa tidak adil? Mengenali akar masalah dapat membantu Anda menghadapinya secara lebih efektif.

      Ubah pola pikir: Gantikan pola pikir yang negatif dengan pola pikir yang lebih positif dan membangun. Fokuslah pada pencapaian dan keberhasilan pribadi Anda sendiri, serta apresiasi terhadap keberhasilan orang lain. Latih diri untuk melihat iri hati sebagai motivasi untuk tumbuh dan berkembang, bukan sebagai penghalang.

      Latih empati: Cobalah untuk memahami perspektif orang lain dan merasakan kegembiraan atas keberhasilan mereka. Mengembangkan empati dan rasa sukacita terhadap kebahagiaan orang lain dapat membantu mengurangi perasaan iri hati.

      Fokus pada diri sendiri: Alihkan perhatian dan energi Anda ke diri sendiri. Tentukan tujuan yang jelas dan fokus pada perkembangan dan pencapaian pribadi. Jika Anda merasa tidak puas dengan diri sendiri, cari cara untuk meningkatkan diri, seperti mendapatkan keterampilan baru atau menjalani hobi yang membangun.

      Cari dukungan sosial: Bicarakan perasaan iri hati dengan orang-orang terdekat yang dapat dipercaya. Berbagi perasaan Anda dengan teman, anggota keluarga, atau seorang profesional kesehatan mental dapat memberikan sudut pandang baru, dukungan emosional, dan saran yang berharga.

      Hindari perbandingan yang merugikan: Berhentilah membandingkan diri Anda dengan orang lain secara tidak sehat. Setiap orang memiliki perjalanan dan kehidupan yang unik. Fokuslah pada perkembangan diri sendiri dan mencapai tujuan yang berarti bagi Anda.

      Terima kekurangan dan kelebihan Anda sendiri: Terimalah bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Fokus pada kelebihan dan kualitas positif yang Anda miliki, sambil tetap menyadari bahwa tidak ada yang sempurna.

      Intinya Cari kesenangan dan kebahagiaan

      Hapus
    3. Penting buat saudara Jumardi mengetahui hal ini apalagi dalam Islam pun telah banyak kita pelajari tentang konsep iri hati yang (dalam bahasa Arab disebut "hasad" atau "ghibah") dianggap sebagai sikap negatif yang perlu dihindari. Islam mengajarkan pentingnya kasih sayang, kerelaan, dan rasa syukur terhadap Allah atas apa yang Dia berikan kepada individu lain.

      Iri hati dalam Islam dianggap sebagai penyakit hati yang merusak hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia. Rasulullah Muhammad saw. bersabda, "Jangan saling iri hati, jangan saling mendengki, jangan saling membenci, jangan saling menjauhi, dan hendaklah kalian menjadi hamba-hamba Allah yang bersaudara" (HR. Muslim).

      Islam mengajarkan beberapa konsep yang membantu mengatasi iri hati:

      Rasa Syukur: Mengembangkan rasa syukur kepada Allah atas karunia dan nikmat yang diberikan kepada individu lain adalah salah satu cara untuk melawan iri hati. Menghargai dan mensyukuri apa yang kita miliki akan membantu mengubah fokus dari kekurangan kepada berkah yang telah diberikan.

      Menghindari Ghibah: Ghibah adalah menggosip atau membicarakan keburukan orang lain di belakangnya. Islam melarang ghibah karena dapat menyebabkan timbulnya iri hati dan merusak hubungan antar manusia. Sebaliknya, Islam mendorong umatnya untuk berbicara dengan baik dan mempromosikan kebaikan.

      Berbagi dan Saling Menolong: Islam mendorong umatnya untuk berbagi dengan orang lain, baik dalam bentuk harta, pengetahuan, atau waktu. Berbagi dan saling menolong dengan sesama dapat mengurangi iri hati dengan mengalihkan perhatian dari keinginan yang egois ke kepentingan yang lebih luas.

      Bekerja Keras dan Tawakkal: Islam mengajarkan pentingnya bekerja keras dan mengandalkan Allah (tawakkal) untuk mencapai tujuan. Mengembangkan potensi diri dan berusaha keras dalam kebaikan dapat membantu mengatasi perasaan iri hati terhadap kesuksesan orang lain.

      Kesadaran akan Akhirat: Islam mengajarkan keyakinan akan hari kiamat dan adanya kehidupan setelah mati. Mengingatkan diri sendiri tentang akhirat dan bahwa keberhasilan duniawi hanyalah sementara dapat membantu meredakan iri hati dan menjaga fokus pada hal-hal yang lebih penting.

      Dalam Islam, penting untuk memahami bahwa iri hati adalah sesuatu yang perlu dihindari dan diatasi dengan mengembangkan sikap yang lebih positif, seperti rasa syukur, kasih sayang, dan kerelaan. Dengan mengikuti ajaran agama dan prinsip-prinsip Islam, umat muslim diharapkan dapat mencapai kedamaian hati dan membangun hubungan yang harmonis dengan sesama manusia.

      Dalam koleksi hadis Sahih Muslim, terdapat beberapa hadis yang menyebutkan tentang hasad (iri hati). Berikut ini adalah salah satu hadis terkait hasad dari Sahih Muslim:

      Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada hasad (iri hati) kecuali terhadap dua orang: orang yang Allah berikan kepadanya harta yang dia infakkan secara hak, dan orang yang Allah berikan kepadanya hikmah (ilmu) yang dia amalkan dan mengajarkannya kepada orang lain." (Sahih Muslim, Kitab Al-Iman, Hadis No. 816)
      Hadis ini mengingatkan umat Muslim untuk menjauhi hasad dan menghargai karunia yang diberikan Allah kepada orang lain. Iri hati hanya boleh terjadi terhadap dua jenis orang, yaitu orang yang diberikan harta oleh Allah dan ia menyumbangkan harta itu dengan hak, serta orang yang diberikan kebijaksanaan (ilmu) oleh Allah dan ia mengamalkannya serta mengajarkannya kepada orang lain.

      Hadis ini menekankan pentingnya sikap lapang dada, rasa syukur, dan kemurahan hati dalam menyikapi keberhasilan atau karunia yang diberikan Allah kepada sesama. Islam mendorong umatnya untuk mengembangkan sifat kasih sayang, kerelaan, dan saling memberikan manfaat dalam rangka membangun hubungan yang harmonis di antara sesama Muslim.

      Perlu dicatat bahwa dalam kitab hadis, terdapat banyak hadis yang membahas tentang berbagai aspek kehidupan, termasuk tentang iri hati. Umat Muslim dianjurkan untuk merujuk pada ulama dan otoritas agama yang dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hadis dan ajaran Islam secara keseluruhan.

      Hapus