Ticker

6/recent/ticker-posts

Calon presiden no urut I Anis, Muhaimin disambut hangat masyarakat kota Kendari



Kendari Kompak Nusantara.com -- Dalam mewujudkan suatu perubahan  harus ada kewenangan, guna meraih kewenangan perlu ada perjuangan kita semua.
Dikatakan, untuk meraih kewenangan harus lebih dulu ada kemenangan kita raih didalam pesta pemilu 14 Februari 2024, bukan saja kemenangan di pilpres tapi kemenangan di legislatif.
Hal ini ditegaskan Anis Rasyid Baswedan didepan ribuan pendukung dari 17 kabupaten, kota se Sultra di hotel Claro siang tadi.
Dikatakan, negara kita ini ibarat  berada di persimpangan jalan, karena itu negara atau penguasa harus dikendalikan oleh hukum, bukan hukum dikendalikan oleh penguasa.
Lanjut negara kita yang kaya dengan berbagai potensi sumber daya dalam terkhusus di Sulawesi Tenggara seperti tambang nikel, dan hasil sumber daya alam ini kebanyakan dirasakan orang orang tertentu dari jauh seharusnya masyarakat sultra  lebih banyak menikmatinya.
Kata Anis Baswedan dewasa ini harga sembako terus meningkat seperti beras, bahan bakar susah didapatkan terlihat antrian kendaraan roda 2, dan roda 4 disetiap SPBU, serta kelangkaan pupuk bagi petani.
Menurut Anis Baswedan, beberapa perubahan yang kita perlukan kedepannya seperti biaya pendidikan, kesehatan, harga BBM, dan harga sembako serta harga pupuk yang murah, dan mudah didapatkan.
Selain itu Anis Baswedan Sempat menyinggung masalah tenaga kerja lokal harus lebih banyak terserap di perusahaan - perusahan besar, jangan kita jadi penonton di negara kita sendiri.
Di akhir orasinya di Hotel Claro kendari Anis Baswedan meminta, para relawan, pendukungnya mengajak keluarganya menyoblos no urut 1, pasangan Anis Baswedan dan Muhaimin Iskandar
Selain acara orasi di hotel Claro Anis Baswedan juga meninjau beberapa pasar di kota Kendari, kemudian dilanjutkan dialog dengan petani dari 17 kabupaten kota diwarkop Bakri pasar panjang kendari.
Dalam kunjungannya di kota Kendari Anis Baswedan di didampingi ketua partai pengusung dari Nasdem, PKB, PKS  dan partai Ummat, serta sejumlah anggota DPR pusat ke-3 partai pengusung, dan para caleg caleg/Hafid

Posting Komentar

0 Komentar