Wajo - Kompak Nusantara.Com. Prajurit Kodim 1406/Wajo selalu berupaya menunjukkan diri sebagai penjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang semakin utuh ke depannya dengan berbagai kemampuan dan keterampilan yang prepesional.
Sebut saja misalnya, sebagai prajurit yang menjadi murid di padepokan Pencak Silat Militer, Ranting Wajo, akan selalu berlatih secara intens untuk menunjukkan keseriusan dan ketelatenan sebagai prajurit Kodim 1406/Wajo yang punya kemampuan, baik secara pribadi maupun sebagai murid dari padepokan Pecak Silat Militer, seperti pelatihan yang di gelar di Aula Makodim 1406/Wajo, Selasa (29/9/2026), Jalan Kejaksaan Nomor 55, Kelurahan Bulupabbulu, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.
Melalui pelatihan yang konsisten, kemampuan prajurit atau murid padepokan Pencak Silat Miluter (PSM) semakin bisa diandalkan untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke depannya semakin jaya dan utuh.
"Karena itu, melatih prajurit melalui ranting padepokan Pencak Silat Militer adalah wajud nyata kepedulian TNI terhadap kelangsungan hidup masyarakatnya, sekaligus sebagai bukti jika prajurit TNI memiliki kemapuan sebagau jati diri TNI yang propesional," kata salah seorang pelatih di padepokan PSM.
"Pencak Silat Militer (PSM), bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan bertarung secara fisik, tetapi juga sebagai wujud nyata kecintaan kita terhadap tanah air, sekaligus untuk mewarisi nilai-nilai para leluhur sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya bangsa," katanya lagi.
Untuk itu, lanjutnya, pelatihan yang intens di gelar Kidim 1406/Wajo tidak hanya membuka wawasan prajurit yang punya kemampuan fisik, tetapi lebih dari itu, menjadi wadah untuk menggalang kolaborasi dan silaturrahmi sesama elemen lainnya, maupun sesama padepokan lainnya.
"Intinya, padepokan Pencak Silat (PSM) yang bernaung di bawah IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia-red) boleh berbeda dengan padepokan lainnya tetapi tujuan harus sama, yaitu mewarisi nilai-nilai leluhur kita sekaligus untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tegas salah seorà ng pelatih yang menolak di sebut namanya dalam pemberitaan ini.(Andi Ardi Samanglangi).
Editor: Andi Baso Ishak Wahiduddin

0 Komentar