Breaking News

JANGANKAN DIMUSIM KEMARAU, DIMUSIM HUJANPUN WARGA KAMPUNG BARU DESA TOBATANG KECAMATAN PAMMANA KESULITAN AIR BERSIH"


Keterangan gambar: Kaur Umum dan Perencanaan Desa Tobatang, Agustamin bersama keluarga

Wajo, Kompak Nusantara.com -- Pada musim kemarau tahun ini (2026), pemerintah Kabupaten Wajo, telah membentuk Satgas Tanggap Darurat dan berkolaborasi dengan unsur TNI (Kodim 1406/Wajo, Polri, PDAM dan BPBD itu sendiri. Namun disayangkan, Desa - Desa yang dikunjungi untuk mendistribusikan air bersih, belum menjangkau Kampung Baru, Desa Tobatang, Kecamatan Pammana, padahal sudah ada 4 Desa di daerah ini yang dikunjungi Satgas Darurat tersebut.
     "Mungkin pihak Satgas belum atau tidak tahu kondisi desa ini, ataukah gilirannya belum ada, kita bertanya saja ke Satgas Dampak Darurat yang terbentuk," saran Agustamin yang juga Kaur Umum dan Perencanaan di Kantor Desa Tobatang, Kecamatan Pammana.
     Lanjut suami dari Marniati, S.Pd yang juga guru pendidik di TK PGRI Desa Tobatang, bahwa pihaknya yakin Tanggap Darurat akan segera mendistribusikan air bersih terhadap warga, jika mereka tahu kondisi daerah ini.
     Secara pribadi sebagai warga, Agustamin mengaku sudah sering mencari solusi ddngan berkolaborasi pemeritah Desa Tobatang untuk menggali bor, namun air yang didapatkan berbau asing," kata Agustamin.
     Lagi pula, kata Uli, salah satu tokoh masyarakat Desa Tobatang, bahwa kemampun listrik di Desa ini (PLN) belum mendukung kehadiran bor mengingat kapasitasnya belum memadai.
     Karena itu, lanjut Agustina, pihaknya dan warga Kampung Baru Desa Tobatang berharap ke pemerintah daerah atau Satgas yang terbentuk agqr pendustribusian air bersih dapat menjangkau daerah ini sesegera mungkin.
     Babinsa Desa Tobatang, Sertu Ridwan juga berpengharapan yang sama, agar pendistribusian air bersih terhadap warga Kampung Baru menjadi prioritas Satgas, mengingat kondisi daerah ini sangat memprihatinkan.
     "Kami yakin, pihak Satgas tidak atau belum mengetahui kondisi warga di sini, sehingga mereka belum menjangkau daerah ini," kata Sertu Ridwan.

Selama ini warga memperoleh air bersih sekitar 1km jaraknya dari perkampungan, tapi kalau musim kemarau seperti ini, warga terpaksa memiĺh membeĺi air bersih yang harganya menguras dompet, 120 ribu/tandon. Naudzubillah.

Editor: Andi Baso Ishak

0 Komentar

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - KOMPAK NUSANTARA