BANTAENG, KOMPAK NUSANTARA.COM --– Forum Jurnalis Republik Indonesia (FJRI) menggelar rapat koordinasi yang dihadiri seluruh pengurus di Jalan Pahlawan Cabodo, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Minggu (5/7) malam WITA.
Rapat berlangsung pukul 19.00 hingga 21.00 WITA dengan agenda utama pemantapan struktur kepengurusan serta perumusan arah kebijakan organisasi untuk periode 2026–2031. Dalam periode tersebut, FJRI menetapkan total kepengurusan sebanyak 17 orang.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Jenderal FJRI, Muh. Siddik Sholeh Sandi, yang sekaligus memimpin jalannya forum pada tahap awal sebelum memasuki pembahasan substantif kelembagaan.
Ketua FJRI, Dera, dalam arahannya menegaskan bahwa penyusunan struktur organisasi harus mengedepankan prinsip tata kelola yang baik (good governance), berbasis kompetensi, serta pembagian peran yang proporsional di setiap divisi. Hal ini, kata dia, menjadi fondasi penting dalam memperkuat efektivitas kerja organisasi dan profesionalisme kelembagaan pers.
Ia juga menekankan bahwa FJRI diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal sekaligus membangun kepercayaan eksternal melalui kerja-kerja jurnalistik yang terukur dan berbasis data.
“Harapan saya di kepengurusan ini sederhana. FJRI harus solid internalnya, dipercaya eksternalnya. Kita berkolaborasi dengan Pemda lewat data dan solusi. Dan kita mengkritisi dengan fakta, bukan dengan asumsi. Itu cara kami menjaga marwah profesi pers,” ujar Dera.
Lebih lanjut, Dera menyampaikan bahwa FJRI perlu memposisikan diri sebagai mitra strategis yang konstruktif dalam ekosistem pembangunan daerah, tanpa meninggalkan fungsi kontrol sosial pers yang berbasis fakta dan etika jurnalistik.
Rapat juga menghasilkan sejumlah agenda lanjutan, termasuk persiapan pengukuhan kepengurusan serta Musyawarah Kerja (Musker) FJRI sebagai instrumen konsolidasi program kerja organisasi ke depan.
Secara kelembagaan, forum ini menjadi bagian dari proses penguatan struktur organisasi dalam rangka meningkatkan efektivitas koordinasi internal, sekaligus mempertegas arah peran FJRI pada periode 2026–2031.
Rapat kemudian ditutup oleh Sekretaris Jenderal FJRI, Muh. Siddik Sholeh Sandi, setelah seluruh agenda dinyatakan selesai dan disepakati secara musyawarah.

0 Komentar