Polman, Kompak Nusantara. Com - 
Posisi Jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Barat pasca ditinggalkan Mayjen (Purn. TNI) Salim S. Mengga yang meninggal dunia beberapa waktu lalu, akan tetapi posisi pengganti untuk mengisi jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Barat hingga kini tampaknya masih kosong.

        Ditengah kekosongan tersebut, marak perbincangan terkesan pro kontra siapa yang berpotensi  bakal mengisi posisi tersebut, semua figur diharapkan memiliki kompetensi, kredibilitas, kapabilitas dan integritas yang diharapkan untuk dapat mendampingi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam menahkodai Sulbar, menata Pembangunan dan meningkatkan Kesejahteraan masyarakat Sulawesi Berat hingga 2029 kedepan.

         Beberapa tokoh masyarakat Sulawesi Barat di Kabupaten Polman ketika di temui mengatakan siapapun yang terpilih kedepan baginya tidak masalah yang penting pemilihan sesuai mekanisme prosedur yang berlaku, pasalnya patut dimaklumi kondisi pemilihan penggantian calon Kepala Daerah saat masa pemilihan kepala daerah, tiba-tiba ada yang meninggal dunia, terkesan wajar jika keluarga yang menggantikan mengikuti pemilihan, akan tetapi jika seorang figur sudah terpilih, dilantik hingga sudah bertugas sekitar setahun, tiba-tiba berhalangan tetap, maka proses pemilihan dan pergantian tampaknya mesti berbeda.

        Mantan Ketua PKS Kabupaten Polewali Mandar, H. M. Ruslan ketika ditemui mengatakan pemilihan pengganti kedepan sesuai kondisi saat ini, idealnya masing-masing partai pendukung  merekomendasikan calon pengganti ke DPRD Propinsi Sulawesi Barat untuk segera dipilih, siapa diantara kandidat tersebut mendapat suara terbanyak maka itulah yang ditetapkan terpilih sebagai pengganti, ucapnya.

       Akan tetapi siapa kira-kira partai pengusung saat masa pemilihan Kepala di Sulawesi Barat yang lalu, diantaranya Partai Demokrat, Partai PKS dan Partai Nasdem. Ucapnya.

       Sejumlah Sumber memprediksi masing-masing partai pengusung bakal mengajukan calonnya, antara lain kemungkinan besar Partai Nasdem mengajukan Dirga Singkerru (mantan calon Bupati Polman), Partai PKS bakal mengajukan Djalaluddin (saat ini Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat) dan Partai Demokrat mengajukan Samsul Samad (Ketua Partai Demokrat Kabupaten Polman).

         Salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Polman H. M. Tahir (mantan timses pasangan Suhardi Duka - Salim Mengga), mengatakan baginya tak masalah siapa pun yang terpilih di DPRD yang penting pengerukan dasar sungai Matakali yang selama ini dapat sekitar kawasan sungai Matakali tersebut dinilai rawan banjir pada musim hujan, mendapat perhatian untuk dituntaskan pengerukannya, ucap H. Tahir.

       Disisi lain ada saran atau masukan buat KPU dan DPRD Sulbar, sebaiknya figur kedepan yang menggantikan  perlu diperhitungkan keseimbangan antar potensi partai, mengingat Gubernur Sulawesi Barat diketahui dari Partai Demokrat, sehingga disarankan wakilnya kedepan dari partai pendukung lainnya agar dua-duanya sharing, baik Gubernur maupun wakilnya semuanya bukan dari satu partai saja.. sarannya. (Amit).