Breaking News

Di Momentum HPN ke-80, Ketum DPP AMWI Bone Dedi Hamzah Sambangi Jurnalis Senior Syamsul Bahri yang Terlupakan, Dulu Dipuja, Kini Dilupa.


BONE, KOMPAK NUSANTARA .COM --– Di sebuah rumah sederhana di Komplek BTN Biru Permai, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, suasana sore itu terasa begitu hening. Pagar rumah terbuka setengah, seolah menyiratkan ada kehidupan yang berjalan perlahan di dalamnya.

Hari itu, di momentum Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 tahun 2026, pengurus Aliansi Media dan Wartawan Indonesia (AMWI) datang menyambangi seorang jurnalis senior yang pernah aktif dan dikenal luas di masanya, Syamsul Bahri—akrab disapa Kanda Ancu.


Enam tahun sudah ia berjuang melawan stroke.
Ucapan salam dari luar rumah dijawab lirih dari balik etalase ruang tamu.

Saat melangkah masuk, tampak sosok pria bersarung dengan pakaian lusuh duduk termenung di depan meja kecil. 

Di hadapannya, radio tua sesekali diputar, mungkin untuk mengusir sepi yang terlalu lama menjadi teman hariannya.
Sulit membayangkan, pria berambut ubanan dengan kulit yang mulai mengeriput itu adalah sosok yang dulu dikenal parlente, rapi, dan penuh semangat. 

Di awal tahun 2000-an, ia aktif di Majalah KIBAR. Tak hanya itu, ia juga dikenal sebagai pegiat organisasi masyarakat sipil, terlibat di Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (LPMI) dan FIK ORNOP Sulsel.

Di masa sehatnya, Syamsul Bahri terlibat dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat yang bekerja sama dengan lembaga donor dunia. Ia juga aktif sebagai fasilitator Musrenbang Kabupaten bersama Bappeda Bone dan sejumlah program pengentasan kemiskinan lainnya.

Kini, dua kakinya tak lagi mampu digerakkan normal.

“Saya sudah enam tahun mengidap stroke. Dua kaki saya tidak lagi mampu saya gerakkan dan harus dituntun kalau jalan. Saya masih bolak-balik berobat dan terapi,” tuturnya pelan kepada rekan-rekan lamanya dengan nada terbata.

Meski fisiknya melemah, ingatannya tetap kuat. Ia masih mampu mengisahkan masa-masa ketika turun ke desa-desa, mendaki gunung dengan motor trail demi mendata kemiskinan dan menyusun program pemberdayaan.

Ketua Umum AMWI, Dedi Hamzah, mengenang kebersamaannya bersama Kanda Ancu saat menjadi fasilitator asesmen data kemiskinan yang diinisiasi Bappeda Bone pada 2016 lalu. Mereka pernah bertugas hingga ke Desa Mattirowalie dan Desa Watangcani, Kecamatan Bontocani.

“Dari beliau saya banyak belajar ilmu pemberdayaan. Sosok senior yang tidak pelit berbagi ilmu,” kenangnya.

Sementara itu, Dewan Penasehat AMWI, Faizal Mansur, menyebut Syamsul Bahri sebagai jurnalis yang lurus dan berpegang teguh pada kode etik.

“Beliau orangnya tidak neko-neko. Lurus, tegas, dan tetap dalam koridor etika jurnalistik. Ia juga aktif dalam program-program pengentasan kemiskinan dan memperjuangkan hak masyarakat kecil,” ujar Faizal.

Saat santunan diserahkan sebagai bentuk kepedulian, air mata Syamsul Bahri kembali menetes. 

Bukan semata karena bantuan yang diterima, tetapi karena kunjungan itu menghidupkan kembali kenangan—bahwa ia pernah berdiri tegak di tengah masyarakat, menjadi bagian dari perubahan.

Kini, ia tinggal bersama istri dan tiga anaknya. Sang istri menjadi tulang punggung keluarga, menguatkan rumah tangga kecil itu di tengah ujian panjang yang belum juga usai.

Momentum HPN ke-80 menjadi pengingat bahwa di balik gegap gempita peringatan hari pers, ada sosok-sosok yang pernah berjuang di garis sunyi. Mereka yang dahulu lantang menyuarakan kepentingan rakyat kecil, kini mungkin tengah berjuang dalam kesendirian.

“Pers adalah pilar keempat demokrasi yang kadang jasanya terlupakan. Sosok seperti Kanda Ancu pernah banyak berkontribusi untuk daerah ini. Seyogianya, di masa sulitnya, pemerintah juga hadir meringankan beban hidupnya,” harap Dedi.

Di balik radio tua yang terus diputar pelan, Syamsul Bahri masih menyimpan semangat yang sama—semangat untuk tetap tegar. Meski tubuhnya tak lagi kuat melangkah, jejak pengabdiannya bagi masyarakat Bone tak pernah benar-benar hilang. (rls HMS / suspi)

0 Komentar

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - KOMPAK NUSANTARA