Enrekang, - Kompak Nusantara.Com-
Enrekang tidak memilih mengeluh saat dana transfer pusat dipangkas Rp134 miliar. Pemerintah Kabupaten Enrekang justru memilih konsolidasi dan akselerasi.
Rabu, 11 Februari 2026, Ruang Pola Kantor Bupati menjadi titik start baru. Bupati Enrekang H. Yusuf Ritangnga resmi membuka Forum Konsultasi Publik RKPD 2027, dirangkaikan dengan Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas lingkup Pemkab Enrekang Tahun 2026.
Momentum ini bukan sekadar agenda tahunan. Ini adalah penegasan arah.
Dalam sambutannya, Yusuf Ritangnga menekankan bahwa 2026–2027 adalah fase strategis dalam siklus RPJMD. Jika periode sebelumnya adalah masa meletakkan pondasi dan merapikan kelembagaan, maka 2027 adalah tahun penguatan dan percepatan hasil pembangunan.
Bahasanya jelas. Tidak ada ruang stagnasi.
Bupati Yusuf menunjukkan gaya kepemimpinan yang fokus pada konsistensi perencanaan dan kualitas implementasi. Ia ingin memastikan setiap program tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi berdampak nyata bagi masyarakat.
Di tengah tantangan fiskal akibat pengurangan dana transfer, Pemkab Enrekang justru memperkuat disiplin kinerja. Plt Kepala Bappeda-Litbang, A. Sapada, secara terbuka memaparkan kondisi keuangan daerah yang masih sangat bergantung pada pusat. Namun optimisme tetap dijaga. Sumber daya manusia aparatur dan masyarakat dinilai sudah cukup memadai untuk menopang percepatan pembangunan.
Inilah yang menjadi kekuatan Enrekang: soliditas internal.
Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas menjadi simbol komitmen kolektif. Seluruh pimpinan OPD dan camat berada dalam satu frekuensi.
Bupati Yusuf menunjukkan gaya kepemimpinan yang fokus pada konsistensi perencanaan dan kualitas implementasi. Ia ingin memastikan setiap program tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi berdampak nyata bagi masyarakat.
Di tengah tantangan fiskal akibat pengurangan dana transfer, Pemkab Enrekang justru memperkuat disiplin kinerja. Plt Kepala Bappeda-Litbang, A. Sapada, secara terbuka memaparkan kondisi keuangan daerah yang masih sangat bergantung pada pusat. Namun optimisme tetap dijaga. Sumber daya manusia aparatur dan masyarakat dinilai sudah cukup memadai untuk menopang percepatan pembangunan.
Inilah yang menjadi kekuatan Enrekang: soliditas internal.
Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas menjadi simbol komitmen kolektif. Seluruh pimpinan OPD dan camat berada dalam satu frekue/Hafid

0 Komentar