Enrekang - Kompak Nusantara.Com-
Kepala dinas koperasi, UMKM, tenaga kerja dan transmigrasi Enrekang Hasbar mengatakan, pelatihan yang akan berlangsung 3 angkatan di mulai 8 sampai 13 Desember 2025, tiap angkatan berlangsung 2 hari, peserta 80 orang, utusan 12 kecamatan.
Dikatakan, peserta terdiri dari pelaku usaha kecil, menengah, koperasi, berbagai jenis usaha, baik yang di. bina PKK, binaan darma wanita, dinas perindustrian perdagangan, dan binaan UMKM.
Kadis Hasbar mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk peningkatan mutu produksi komoditas unggulan dan sosialisasi program kredit usaha rakyat.
Adapun materi pelatihan diantaranya manajemen modern, labeling, dan pemasaran yang cepat dan efisiensi dengan sistim digital, serta pentingnya memiliki nomor induk berusaha ( NIB ) agar mudah mendapatkan kredit.
Menurut Hasbar, dengan adanya pengetahuan dan ketrampilan yang profesional Para pelaku usaha, diharapkan adanya output dan out cama.
Dikatakan, pelatihan ini merupakan penjabaran VISI dan MISI Presiden Prabowo diti dakabjuti pemerintah daerah dibawah kepemimpinan Bupati M.Yusuf Ritangnga dan wakilnya Tenri Liwang La Tinro, dan adalagi pelatihan lanjutan di tingkat Provinsi Sul-Sel kedepannya.
Sementara itu dalam memaparkan Masalah perkreditan, kepala cabang Bank Sulselbar Enrekang Hasdiana mengatakan, pemerintah pusat yang di nakodai Presiden Prabowo tahun 2025 telah mengucurkan dana KUR sekitar satu Trilyun yang di sebarkan kesemua kabupaten, kota termasuk melalui Bank Sulselbar/ kabupaten Enrekang.
Ketika ditanyakan wartawan Kompak Nusantara mengenai jumlah nominalnya dana KUR lewat Bank Sulselbar cabang Enrekang, Hasdiana tidak mengetahui, begitu pula jumlah nasabah KUR bank Sulselbar di Enrekang. Ditanyakan, mengenai kredit macet di Enrekang, kata Hasdiana kredit macet di Enrekang nol koma nol persen, ada tapi sangat kecil.
Dalam pemaparannya di depan peserta pelatihan manajerial UMKM, Hasdiana mengungkapkan, ada rencana Pemda Enrekang kerja sama Bank Sulselbar Enrekang membuka program kredit khusus petani sawa tanpa bunga, masih proses oleh Pemda Enrekang, ujar Hasdiana, kepada kompak Nusantara/Hafid

0 Komentar