Ticker

6/recent/ticker-posts

Proyek Penguatan Tebing Desa Kebo, Belum Apa- Apa Sudah Ada Yang Ambruk, Ini Tanggapan Ketua LAKI Soppeng



SOPPENG, KOMPAK NUSANTARA ONLINE -- Sebuah proyek penguatan tebing Sungai Welanae yang berada di Desa Kebo Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng Provinsi Sulsel menjadi sorotan Warga, belum apa apa sudah ada bagian yang longsor.

Pasalnya, Kegiatan Penguatan Tebing yang dikerjakan oleh PT Tekad Teknik Makassar selain tidak memiliki Papan Informasi yang merupakan bahan utama sebagai bentuk Transparansi dalam satu kegiatan.

"Juga bahan material atau batu yang di gunakan diduga banyak batu kecil yang tidak sesuai."

Salah satunya lokasi Pengerjaan yang berada di balik tanggul di Sumpang Baringen Desa Kebo menurut warga baru saja selesai  dikerjakan oleh PT Tekad Teknik Makassar belum apa apa sudah Longsor." ujar salah satu warga yang enggan di publikasikan  namanya.

Dan untuk membuktikan hal tersebut media mencoba melakukan pemantauan di lapangan pada Sabtu (3/9/2022) "tenyata  benar ada titik yang sudah Longsor"

Terkait hal tersebut Ketua DPC  Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKI ) Kabupaten Soppeng, Hamka, SH saat dimintai tanggapannya juga menghawatirkan tehknik penggunaan batu apabila tidak sesuai bisa berdampak pada ketahanan proyek Penguatan Tebing tersebut buktinya belum di hantam banjir sudah ada yang Longsor.

"Kami takutkan nanti akan terjadi longsor dan batu tersebut akan terbawa arus kedalam sungai pada saat banjir, mengingat pada lokasi tersebut arus sungai pada saat banjir sangat deras itu bisa berakibat terjadinya  pendangkalan sungai"ujar Hamka.

Direksi Pelaksana  yang pernah ditemui media di salah satu rumah tempat ia menginap di Soppeng, beberapa waktu yang lalu (31/8) mengatakan bahwa proyek Penguatan Tebing tersebut memang tidak memiliki Papan Informasi.

"Tidak ada memang papan Informasinya Pak, karena ini proyek bukan tender, ini Tanggap Darurat Bencana Sungai Welanae, nanti selesai kegiatan baru di Audit baru dibayarkan berapa Anggaran yang di gunakan," jelasnya pada media.

Dan terkait material (Batu) 
yang digunakan proyek itu yang menggunakan batu berukuran 100 sampai 200 kilo dan ada batu penguncinya 30 persen atau 70 persen batu untuk di isikan di sela selanya.

"Namun melihat kondisi dilapangan beberapa warga meragukan karena  tidak seperti yang seharusnya karena banyak batu kecil" ujar salah satu warga  yang enggan di tulis namanya di media.

Sampai berita ini ditayangkan, Media masih terus berusaha mencari informasi untuk menkonfirmasi, PT Tekad Teknik Makassar selaku pihak kontraktor pelaksana untuk mendapatkan informasi yang jelas.

Laporan : Anwpatr

Editor : Sri Indah Wahyuni 

Posting Komentar

0 Komentar