Kendari - Kompak Nusantara.Com-
Tim Shorinji Kempo Universitas Haluoleo (UHO) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil meraih 6 medali pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rektor Unhas Cup (RUC) 2026 di Makassar.
Enam medali tersebut terdiri dari 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu dari total 16 kelas yang diikuti kontingen UHO. Perolehan medali itu menempatkan Kontingen Shorinji Kempo UHO berada pada posisi ke 11 dari 22 kontingen peserta.
Medali emas dipersembahkan Ahmad Jildan pada nomor randori kelas 50-55 kg putra dewasa. Di partai final, Jildan berhasil mengalahkan atlet perwakilan Kota Makassar. Medali perak diraih Mohammad Dzaky pada randori kelas 60-65 kg putra dewasa dan Rizal pada randori kelas 65-70 kg dewasa.
Tiga medali perunggu disumbang Tita Aprianti kelas 50-55 kg putri dewasa, Ahmad Jibran kelas 50-55 kg putra dewasa, dan Aldi Gunawan kelas 60-65 kg putra dewasa.UHO menurunkan 16 atlet, 2 pelatih Sempai Jusman dan Senpai Idris), dan 1 manager (Senpai La Iba).
Berikut daftar lengkap 16 atlet: Nengsi 40-45 kg putri gugur penyisihan, Kirei Nova 40-45 kg putri gugur perdelapan, Yuni Armeci 45-50 kg putri gugur perdelapan, Zahra Azoka Bintang 50-55 kg putri gugur penyisihan, Tita Aprianti 50-55 kg putri perunggu, Waode Markaila 55-60 kg putri gugur penyisihan, Nabila 55-60 kg putri gugur penyisihan, Elfa 60-65 kg putri gugur perdelapan, Dirvin 45-50 kg putra gugur penyisihan, Akbar 45-50 kg putra gugur perdelapan, Ahmad Jildan 50-55 kg putra emas, Ahmad Jibran 50-55 kg putra perunggu, Aldi Gunawan 60-65 kg putra perunggu, Muhamad Dzaky 60-65 kg putra perak, Rizal 65-70 kg putra perak, dan Bayu Rifaldi 65-70 kg putra gugur perdelapan.
Kejurnas RUC 2026 diikuti 22 kontingen dari berbagai daerah. Pesertanya berasal dari Sulsel yakni dari Kota Makassar, Maros, Barru, Jeneponto, Gowa, Luwu Timur, SMAN 1 Sidrap, Unhas. Kemudian dari Provinsi Papua Barat Daya yakni dari Kabupaten Tambrauw dan Kota Sorong, dari Kabupaten Badung Bali, Universitas Timor NTT, Kota Balikpapan Kaltim, Kendari, Buton Selatan, UHO Sultra, UGM Yogyakarta, Polewali Mandar Sulbar, Malinau dan Bulungan Kaltara, Kabupaten Manggarai Timur NTT dan Universitas Khairun Ternate, Maluku Utara.
Pelatih tim Shorinji Kempo UHO, Senpai Jusman menilai capaian ini jadi evaluasi penting untuk tim. “Persaingan di kejurnas sangat ketat. Emas Jildan dan dua perak itu buah dari kerja keras, tapi 10 atlet yang gugur harus jadi bahan evaluasi teknik dan mental tanding. Kami akan perbaiki detail di latihan agar target medali tahun depan naik,” katanya.
Pelatih UHO lainnya, Senpai Idris menambahkan, pengalaman bertarung dengan kontingen nasional sangat berharga bagi atlet muda UHO. “Lawan dari Sulsel, Papua, Bali, Kaltara, sampai UGM itu levelnya tinggi. Anak-anak jadi tahu standar nasional seperti apa. Yang kalah jangan patah semangat, ini proses. Yang menang harus tetap rendah hati dan disiplin,” kata Idris.
Manager tim UHO, Senpai La Iba, mengapresiasi seluruh atlet dan berharap dukungan terus bertambah. “6 medali di kejurnas adalah progres yang bagus untuk UHO. Kami berterima kasih kepada atlet, pelatih, dan pihak kampus yang mendukung. Tugas kami ke depan memastikan pembinaan lebih intens agar atlet yang gugur tahun ini bisa naik podium di kejuaraan berikutnya,” katanya.
Kejurnas RUC 2026 menjadi tolak ukur kekuatan Kempo UHO sebelum berlaga di event nasional lainnya. Target tim adalah menambah jumlah atlet yang mampu bersaing di level nasional./Hafid

0 Komentar