SIDRAP – Kompak Nusantara.Com-
Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah (ITKESMU) Sidrap kini bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan mesin penggerak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Bumi Nene Mallomo. Kehadiran ribuan mahasiswa dari berbagai penjuru provinsi telah menciptakan ekosistem ekonomi mikro yang menghidupkan usaha kos-kosan hingga kuliner lokal.
Putaran Uang Hingga Rp10,5 Miliar per Bulan
Fenomena "Kampus Biru" ini membawa dampak signifikan bagi warga sekitar. Berdasarkan simulasi sederhana, dengan jumlah mahasiswa aktif yang kini menembus angka 3.000 orang, perputaran uang di sektor informal melonjak drastis.
Jika rata-rata satu mahasiswa menghabiskan biaya hidup (makan, minum, dan sewa kos) antara Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta per bulan, maka terdapat aliran dana segar sebesar Rp7,5 miliar hingga Rp10,5 miliar yang masuk langsung ke kantong masyarakat kecil setiap bulannya.
> "Ini adalah angka yang konkret. Bukan sekadar teori, tapi dirasakan langsung oleh pemilik warung makan, pemilik kos, hingga jasa transportasi di Sidrap," ujar salah satu pengamat ekonomi lokal.
>
Dukungan Penuh Bupati Syaharuddin Alrif
Sejalan dengan visi misi Pemerintah Daerah, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif terus berkomitmen mendukung pengembangan ITKESMU. Bupati yang dikenal progresif ini memacu pihak kampus untuk terus menambah program studi (prodi) kesehatan baru, termasuk persiapan pembukaan Prodi Kedokteran Gigi.
Menurut Bupati, pengembangan ITKESMU adalah investasi jangka panjang bagi Sidrap. Selain mencetak SDM unggul di bidang kesehatan, kampus ini menjadi magnet yang menarik warga luar daerah untuk membelanjakan uangnya di Sidrap.
Sinergi Rektor dan Pemerintah Daerah
Rektor ITKESMU Sidrap, Dr. Muhammad Tahir Saenong, menegaskan bahwa keberhasilan kampus tidak lepas dari kolaborasi harmonis dengan pemerintah daerah. Ia terus memastikan bahwa pengembangan perguruan tinggi Muhammadiyah yang dipimpinnya berjalan beriringan dengan kebijakan strategis kabupaten.
"Kami terus berkolaborasi dengan Pemda untuk memastikan ITKESMU menjadi pusat keunggulan. Dengan dukungan Pak Bupati, kami optimis pengembangan prodi kedokteran gigi dan fasilitas lainnya akan semakin memantapkan posisi Sidrap sebagai kota pendidikan kesehatan," ungkap Dr. Tahir.
Dampak Nyata bagi Masyarakat Kecil
Mahasiswa yang berasal dari berbagai kabupaten/kota bahkan luar provinsi Sulawesi Selatan ini telah mengubah wajah ekonomi di sekitar kampus. Sektor properti rakyat (kos-kosan) tumbuh subur, dan UMKM di bidang konsumsi terus berkembang, membuktikan bahwa kehadiran institusi pendidikan adalah kunci kesejahteraan rakyat yang inklusif.
Jurnalis : Darwin

0 Komentar