Bone, Kompak Nusantara.com -- Pasca aksi damai bertajuk “Koreksi Kabupaten Bone” yang digelar pada Selasa, 28 Oktober 2025, bertepatan dengan momentum Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone menegaskan langkah tindak lanjut melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama DPRD Kabupaten Bone.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen HMI dalam mengawal isu-isu strategis daerah yang sebelumnya telah disuarakan dalam aksi, dengan harapan agar setiap persoalan yang dikritisi dapat ditindaklanjuti dalam ruang kebijakan publik secara terbuka dan transparan.
Dalam RDPU tersebut, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan langsung dengan daftar tuntutan HMI Cabang Bone akan dihadirkan, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kebudayaan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusda).
Selain itu, Polres Bone juga akan diminta hadir sebagai Aparat Penegak Hukum (APH), mengingat sebagian tuntutan HMI Cabang Bone memuat aspek penegakan hukum dan tata kelola pemerintahan yang berintegritas.
Sekretaris Umum HMI Cabang Bone, Muhammad Aslam, menyampaikan bahwa langkah RDPU merupakan bukti bahwa HMI tidak hanya bergerak dalam ruang demonstratif, tetapi juga dalam jalur kelembagaan.
“Aksi kemarin bukan sekadar momentum, tetapi awal dari langkah korektif. Kami tidak berhenti di jalan, karena perjuangan sejati adalah memastikan aspirasi rakyat terjawab dalam ruang kebijakan. RDPU nanti akan menjadi ruang pembuktian apakah pemerintah daerah benar-benar siap dikoreksi secara terbuka,” ujar Aslam.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Polres Bone dalam RDPU menjadi penting agar aspek hukum tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar ditegakkan.
“Kami ingin memastikan bahwa penegakan hukum dan integritas pemerintahan di Bone tidak hanya menjadi narasi, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret. Polres Bone perlu hadir agar ada kepastian hukum atas sejumlah isu yang kami angkat.”
Koordinator Lapangan aksi, Muh. Asmar Hidayat, menegaskan bahwa aksi “Koreksi Kabupaten Bone” adalah bentuk kepedulian moral mahasiswa terhadap arah pemerintahan daerah.
“Ketika kami turun ke jalan pada 28 Oktober lalu, itu bukan karena ingin konfrontatif. Tapi karena kami ingin membuka kesadaran publik bahwa ada banyak persoalan di tubuh pemerintahan daerah yang perlu dikoreksi bersama,” tegas Asmar.
Ia juga menyoroti sikap DPRD Bone yang tidak menghadirkan satu pun anggotanya saat aksi berlangsung.
“Kami kecewa karena tidak ada anggota dewan yang hadir menerima aspirasi kami. Namun kami tetap berpegang pada etika perjuangan intelektual: kami tindak lanjuti melalui jalur kelembagaan, lewat RDPU. Ini bukti bahwa HMI bukan sekadar turun jalan, tapi juga membangun jalan solusi.”
Asmar menegaskan, apabila melalui RDPU nanti tidak ditemukan titik tengah antara DPRD, OPD, Polres Bone, dan HMI, maka HMI akan kembali menggelar aksi demonstrasi lanjutan.
“Kami memberi ruang dialog yang terbuka dan beretika, tapi bila ruang itu tertutup, maka jalanan akan kembali menjadi ruang rakyat untuk bersuara.”
Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Bone, Arfah Ramli, menegaskan bahwa seluruh langkah perjuangan HMI dilandasi kajian dan arah kebijakan yang jelas.
“Sebagai Bidang PTKP, kami memastikan bahwa setiap isu yang diangkat memiliki basis kajian yang kuat. RDPU nanti menjadi momentum strategis untuk menguji sejauh mana pemerintah daerah, bersama aparat penegak hukum, mampu membuka ruang dialog yang substantif, bukan simbolik,”
ungkap Arfah.
Ia menegaskan, HMI akan terus mengawal hasil RDPU hingga ada tindak lanjut nyata dari pihak eksekutif maupun legislatif.
“Koreksi Kabupaten Bone bukan agenda sehari, tapi gerakan korektif jangka panjang. Bila dialog tidak menghasilkan keadilan dan keterbukaan, kami siap mengambil langkah tegas sesuai nilai perjuangan HMI.”
Melalui gerakan “Koreksi Kabupaten Bone”, HMI Cabang Bone mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum untuk bersama-sama membuka ruang evaluasi publik.
“Kami bukan datang untuk menghakimi, tetapi untuk mengingatkan. Koreksi adalah bentuk cinta terhadap Bone.”

0 Komentar