Ticker

6/recent/ticker-posts

PENYALURAN KREDIT KE UMKM DI SULTRA 2023 TUMBUH SEBESAR 12, 51 PERSEN.




Kendari, Kompak Nusantara.Com --Otoritas Jasa Keuangan Prov Sultra adakan Bincang perkembangan industri jasa keuangan, diikuti 49 wartawan media online dan cetak, dan anggota satgas waspada investasi Polda Sultra/30/3/23.

Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Arjaya Dwi Raya, mengatakan,  bincang jasa keuangan/Bijak, agenda yang secara periodik dilakukan untuk diseminasi informasi terkait perkembangan sektor jasa keuangan khususnya di Sultra dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan OJK untuk meningkatkan kinerja industri jasa keuangan/IJK dan mendorong pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi serta perlindungan konsumen dari penawaran investasi illegal. 

Hal ini diharapkan dapat menjadi pintu informasi kepada masyarakat melalui  pemberitaan media, agar literasi masyarakat semakin meningkat sehingga mampu memahami manfaat dan risiko yang melekat dalam produk jasa keuangan dan terhindar dari penawaran investasi illegal.

Kepala Subbagian Pengawasan Bank 1 OJK Sultra, Shintia Wijayanti Putri mengatakan, perkembangan Industri Jasa Keuangan sampai dengan Februari 2023 dengan jumlah jaringan kantor Industri Perbankan sebanyak 1.076 dengan rincian jumlah bank umum sebanyak 40 dengan jaringan kantor sebanyak 1.050, dan Kantor Pusat Bank Perkreditan Rakyat/ BPR sebanyak 16 dengan jumlah jaringan kantor sebanyak 26 mengalami pertumbuhan yang cukup positif. 

Secara umum Aset Perbankan di Sultra posisi Februari 2023 tumbuh 10,68% (yoy) menjadi sebesar 44,55 T, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 10,04% (yoy) menjadi sebesar 32,20 T, disertai indikator fungsi intermediasi loan to deposit ratio (LDR) yang tinggi 110,65% dengan risiko kredit non performing loan (NPL) yang tetap terjaga sebesar 1,83%. Kredit Perbankan di Sultra didominasi oleh penyaluran kredit kepada Sektor Pemilikan Peralatan Rumah tangga Lainnya termasuk pinjaman multiguna yaitu sebesar 40,16%, kemudian sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 18,84%, dan sektor Untuk Pemilikan Rumah Tinggal 10,94%. 

Dari sisi pertumbuhan dari tahun ke tahun, sektor Pertambangan dan Penggalian bertumbuh paling signifikan yaitu 24,78%, kemudian disusul Pertanian, Perburuan dan Kehutanan sebesar 20,93%, kemudian Untuk Pemilikan Rumah Tinggal sebesar 18,81% serta Untuk Perdagangan Besar dan Eceran juga Untuk Pemilikan Peralatan Rumah Tangga Lainnya masing-masing sebesar 7,67% dan 5,62%. 

Dari sisi penyaluran kredit kepada UMKM mengalami pertumbuhan sebesar 12,51% dengan rasio non performing loan/NPL di posisi 3,53%. 

Pangsa kredit UMKM mencapai 33,60% dari total penyaluran kredit sebesar Rp35,54 Triliun. 

Bila dilihat dari kategori UMKM, pertumbuhan kredit UMKM secara yoy didominasi oleh Kredit Mikro 51,99%, Kecil dan Menengah yang masing-masing terkoreksi -13,24%, dan -13,06%.




Sampai dengan Februari 2023, Perbankan dan Perusahaan Pembiayaan di Prov Sultra telah melakukan proses restrukturisasi kepada 70.633 Debitur dengan Baki Debet sebesar Rp4,40 Triliun. Adapun share debitur UMKM terhadap total realisasi restrukturisasi di Prov Sultra sebesar 94,42% atau 18.459 debitur dari total debitur sebanyak 19.015. Kredit dan Jumlah Debitur restrukturisasi Perbankan akibat covid-19 per Februari 2023 terus bergerak turun dengan tren melandai dibandingkan bulan sebelumnya. 

Peran restrukturisasi sangat besar menekan tingkat NPL dari Bank sehingga stabilitas sektor jasa keuangan terjaga dengan baik Dari sisi Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Per Desember 2022, pertumbuhan Aset Modal Ventura terkoreksi sebesar -7,73% yoy. Piutang Perusahaan Pembiayaan terkoreksi sebesar 0,70% yoy. 

Sementara Pada triwulan 4, 2022, premi Asuransi Umum tumbuh sebesar 91,27% klaim Asuransi Umum terkoreksi sebesar -82,73% .

sedangkan Premi Asuransi Jiwa tumbuh sebesar 12,95% klaim terkoreksi sebesar -9,57% dan Non Performing Fund (NPF) .

Perusahaan Pembiayaan posisi Desember 2022 sebesar 1,56% membaik sebesar 1,17% dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang mencapai 2,73%. Sedangkan Pada posisi Agustus 2022 Premi Perusahaan Asuransi Umum Syariah tumbuh 310,02%. 

Jurnalis: Hafid

Editor : Sri Indah Wahyuni 

Posting Komentar

0 Komentar