Ticker

6/recent/ticker-posts

KPU Bone Akan Laporkan Ijal Ke APH, KPU Menegaskan Siap Menghadapi Gugatan Calon Anggota PPK Tanete Riattang Barat Yang Lolos CAT




BONE, KOMPAK NUSANTARA.COM -- Ketua KPU Bone, Izharul Haq, SH,MH didampingi, Andi Mappaninsong, Harmita, Nasaruddin Zaelany gelar konferensi pers menegaskan, Rohzali Putra Badaruddin alias Ijal punya catatan hitam di KPU. Pelapor DKPP, kata Izharul pernah diduga memanipulasi hasil pleno Pileg 2019, Kamis 22 Desember 2022.

"Jadi ada catatan hitamnya ini si Ijal. Ketika dia menjadi penyelenggara, saya katakan yang bersangkutan ini tidak berintegritas. Karena hampir seluruh suara caleg diubah. Ini kejahatan pemilu menurut saya. Ini yang membuat pleno kemarin terhambat. Suara caleg yang dari 80 menjadi 800 ada juga yang awalnya menjadi 89 menjadi 819," kata Izharul.

"Saya juga heran selaku ketua KPU memandang ini Ijal kok masih mendaftar PPK padahal masih ada luka yang disimpan. Ada rekam jejak yang tidak pantas ditampung di PPK," ucapnya.

Termasuk catatan hitam lainnya yakni pernah ada data dari Jakarta bahwa 380 pemilih yang masuk di data pemilih, yang terdeteksi sudah meninggal dunia.

"Kita minta PPK Tanete Riattang Barat kala itu untuk ditindaklanjuti tetapi tidak digubris. Itu sudah membuktikan bahwa tidak ada loyalitas," ucapnya.


Komisioner KPU Bone, Harmita menegaskan proses rekrutmen sudah sesuai prosedur dan tidak ada PKPU yang dilabrak. "Dan saya tegaskan bahwa hasil CAT itu hanya mengantar ke tahap test wawancara. Kalaupun dia nilainya 100 saat test CAT tidak menjamin dia lolos di tahap test wawancara," tukasnya.

Komisioner KPU Bone, Nasaruddin Zaelany menambahkan, ada tiga indikator dalam penilaian. Pertama soal teknis penyelenggara, kemudian komitmen didalamnya ada profesionalitas, loyalitas dan integritas serta rekam jejak.

"Kita sudah transparan sebenarnya. Hasil CAT itu langsung kita tempel. Soal ada satu peserta yang hanya diwawancara dua komisioner itu tidak masalah. Apalagi waktu kita melakukan wawancara hanya tiga hari. Bahkan kita bekerja itu sampai jam 2 dinihari. Jadi komisioner itu membagi indikator penilaian. Nanti setelah pleno kita kumpulkan," pungkasnya.

Jurnalis : Suspi

Editor : Sri Indah Wahyuni

Posting Komentar

0 Komentar